Bagaimana stenosis pilorus bisa terjadi dan apa penyebabnya

Stenosis pilorus merupakan keadaan pada penyempitan pilorus yang terjadi pada bayi. Pilorus adalah saluran nutrisi berupa makanan dan minuman dari lambung ke usus 12 jari. Adanya penyempitan yang dalat terjadi secara terus menerus akan berakibat buruk, sehingga makanan dan minuman dari lambung akan berhenti pada usus 12 jari. Keadaan ini membuat keadaan bayi mengalami muntah, dehidrasi, turun berat badan, dan merasa lapar berkepanjangan.

Dilansir dari halaman alodokter.com adapula gejala yang ada pada bayi dengan Stenosis pilorus, meliputi:

  1. Muntah setiap selesai diberi makan dan terkadang muntah  bercampur dengan darah.
  2. Selalu merasa lapar dan seakan-akan ingin disusui.
  3. Dehidrasi, tanda lain  yang terjadi pada bayi ialah menangis tanpa mengeluarkan air mata ada buang air kecil hampir ridak terlihat.
  4. Masalah berat badan. Stenosis pilorus pada bayi menyebabkan berat badan sulit bertambah, namun seringkali berat badan menurun
  5. Perubahan pola buang air besar. Terhalangnya makanan ke usus bisa menyebabkan penurunan  buang air besar
  6. Adanya kontraksi lambung. 

Keadaan stenosis pilorus  karena adanya penyempitan pilorus yang membuat lambung tidak bisa menerima makanan ke usus. Tetapi, belum ada keterangan khusus yang menyebabkan penyempitan ini.  Banyak kasus dan di duga salah satunya adanya faktor keturunan (genetik) atau faktor lingkungan yang mempengaruhinya.

Faktor- faktor yang dapat meningkatkan risiko mengalami Stenosis pilorus seperti:

  1. Jenis kelamin, bayi yang mempunyai jenis kelamin laki-laki lebih sering mengalami, pada kelahiran pertama akan  berisiko besar untuk menyebabkan stenosis pilorus dibandingkan dengan bayi perempuan.
  2. Kelahiran prematur,Stenosis pilorus lebih sering terjadi yang terlahir prematur.
  3. Riwayat kesehatan keluarga, pada faktor keturunan bisa terjadi karena sebelumnya salah satu keluarga pernah mengalami ini dan berdampak secara terus menerus pada kelahiran bayi berikutnya
  4. Antibiotik, pada antibiotik bayi  akan diberikan di usia awal kelahiran. Obat yang biasa diberikan untuk anti nyeri dan sejenisnya penggunaan obat tergantung takaran pada dosisnya.
  5. Merokok di masa kehamilan, adanya bahaya rokok yang harus di waspadai pada saat ibu hamil merokok apa yang akan terjadi selanjutnya. Untuk mencari cangkupan informasi lebih lanjut bisa di konsultasikan ke dokter.

Adapula penanganan secara telat mengatasi masalah ini dengan pengobatan pada bayi yang menderita stenosis pilorus adalah dengan jalu operasi pyloromyotomy. Pada konsultasi sebelumnya sudah di ketahui gejalanya dan akan mengatasi dehidrasi dan gangguan yang di derita bayi menggunakan bantuan cairan infus

Pada bagian pyloromyotomy, dokter akan memotong lapisan luar bagian khusus otot pilorus yang menebal agar lapisan pilorus menonjol keluar dan bisa terbuka pilorus. 

Operasi pada bayi penderita Stenosis pilorus akan dilakukan kurang lebih satu jam dan bayi akan dirawat beberapa hari untuk memastikan kondisi pada bayi agar tetap terjaga di rumah sakit.  Sesudah dilakukannya operasi, asupan nutrisi akan diberikan dengan saluran infus hingga bayi bisa menyusu kembali. Kemungkinan setelah operasi selesai bayi akan  muntah hingga beberapa hari sampai lambung bisa bekerja dengan normal. Pemeriksaan akan tetap dilanjutkan secara intensif di rumah sakit dan dokter akan akan memberikan obat khusus untuk menahan rasa sakit yang muncul setelah operasi. Stenosis pilorus juga dapat menimbulkan  beberapa komplikasi pada bayi, berupa gagal tumbuh kembang, mengalami dehidrasi dan iriitasi pada lambung. Untuk penanganan dari rumah sakit akan membuat semuanya membaik.

 

Referensi

alodokter.com

halodoc.com

Referensi gambar

mayoclinic.org

Read More Kesehatan